Tes Roof box pada Laju Kendaraan - Planet Otomotif

Tes Roof box pada Laju Kendaraan

 

 

Kesimpulan Hasil tes 

 Penempatan bobot di boks atap akan memengaruhi pengendalian. Apalagi di mobil bersuspensi empuk seperti Grand Livina X-Gear ini. Anda mesti mengemudi lebih halus dan menghindari gerakan mendadak. Kami juga menyerankan untuk meletakkan bawaan berat di lantai kabin, dan gunakan boks atap untuk barang-barang yang memiliki volume cukup besar tapi ringan.

Roof box pajero

 

Berikut ini adalah kutipan dari autobild.co.id tentang hasil tes pengaruh roof box ketika kendaraan melaju. Berdasarkan rumus momen torsi sederhana yakni gaya dikali jarak, maka meletakkan beban 50 kg di atap misalnya, akan memiliki efek oleng sama dengan meletakkan beban 250 kg di lantai. Karena jarak boks atap ke roda sekitar 5 kali lebih panjang ketimbang jarak lantai kabin ke roda.

Kami pun membawa mobil tes yang telah dilengkapi boks atap bermerek Thule ini ke Bridgestone Proving Ground di Karawang untuk pengetesan ekstrem.

Proses Pada saat tes

Sebelum boks diisi beban, kami melakukan tes awal dengan gerakan lane changing. Setelah itu tes dilanjutkan dengan melajukan mobil menikung secara konstan di trek melingkar dengan diameter 32 meter yang ada di test track ini.

Setelah selesai mengambil data, kami pun meletakkan beban 50 kg di dalam boks atap, sesuai dengan spesifikasi beban maksimal yang ditentukan oleh Thule. Prosedur yang sama pun kami jalani kembali. Di situ kami bisa melihat efek samping yang terjadi.

Hasilnya seperti prediksi kami. Mobil dengan beban 50 kg di atap memiliki kecenderungan oleng sekitar 20% lebih besar. Kalau di saat kosong ketika menikung maksimal mobil oleng 10,5 derajat. Saat diisi beban, kemiringan ini bertambah hingga 12,9 derajat. Walaupun gaya G yang dihasilkan relatif sama, tapi saat ada beban di atap, sebagian gaya G yang terukur ini diakibatkan kemiringan mobil yang lebih parah.

Kemiringan lebih ekstrem juga menimbulkan efek samping lain yakni hilangnya traksi di roda depan bagian dalam. Hal ini membuat hampir seluruh cengkeraman yang dibutuhkan harus ditanggung oleh sisi luar ban saja. Artinya mobil akan lebih mudah lepas kendali di kecepatan sama.
Sedangkan untuk sektor pengereman kami tak menemukan efek buruk pada jarak. Figur yang dihasilkan relatif mirip antara ada beban di atap maupun tidak. Tapi karena mobil lebih menukik ke depan, saat pengereman maksimal kami tak menyarankan Anda untuk mengubah arah kemudi. Entengnya beban di belakang saat menukik akan membuat buritan lebih mudah bergeser.

Satu hal yang mesti Anda perhatikan adalah saat melewati jalan bergelombang yang tidak rata antara kanan dan kiri. Efek oleng yang terjadi juga lebih drastis dan suspensi butuh waktu lebih lama untuk mengembalikan posisi mobil. Di kecepatan 60 km/jam atau lebih rendah mungkin tak terlalu terasa, tapi di kecepatan lebih tinggi fenomena ini la­yak diwaspadai.

Sumber 

http://tips.autobild.co.id/read/2013/08/28/8331/67/15/Menguji-Pengaruh-Roof-Box-pada-Handling-Mobil

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>